22 September 2018
Beranda / Berita / Industri Rotan Masih Menuai Tantangan Pasar Global

Industri Rotan Masih Menuai Tantangan Pasar Global

Kita kaya dengan sumber daya alam, seperti rotan. Kita punya potensi melimpah, tetapi tantangan kita bagaimana bisa menembus pasar nasional dan global

Industri hasil hutan di Sulawesi Tengah saat ini mendapat tantangan berat untuk berkompetisi di pasar global khususnya menyambut masyarakat ekonomi ASEAN akhir 2015.

“Kita kaya dengan sumber daya alam, seperti rotan. Kita punya potensi melimpah, tetapi tantangan kita bagaimana bisa menembus pasar nasional dan global,” kata Kepala Bidang Industri Hasil Hutan, Kerajinan dan Logam Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Awaluddin, di Palu, Selasa.

Menurut dia, tantangan industri tersebut antara lain masih minimnya permintaan pasar karena terkait aspek mutu produksi dan cara pandang konsumen terhadap industri furnitur rotan yang dianggap masih kelas bawah dibanding furnitur kayu jati.

Awaludin mengatakan kebijakan yang ditempuh pemerintah daerah saat ini adalah memasyarakatkan hasil industri hasil hutan seperti furnitur berbahan baku rotan sehingga dapat mendorong permintaan pasar lokal.

“Kita mau pacu dulu potensi pasar lokal dalam daerah sendiri sehingga industri kita terus tumbuh dan berkembang hingga akhirnya nanti siap berkompetisi di pasar nasional dan global,” katanya.

Awaludin mengatakan penguatan strategi pasar lokal tersebut dilakukan agar masyarakat Sulawesi Tengah semakin mencintai produk industri lokal dan lama kelamaan akan menjadi kebanggaan masyarakat.

Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulawesi Tengah itu mengatakan jika permintaan pasar lokal sudah berkembang, dengan sendirinya industri juga semakin tertantang dalam meningkatkan mutu produksi dan desain.

Awaludin mengatakan sejak dulu produksi kerajinan rotan sudah dikenal luas tetapi produk hasil hutan dari luar daerah juga terus membanjiri pasar lokal seperti jati dari Pulau Jawa.

Padahal dari kualitas, seni natural, dan desain industri furnitur rotan tidak kalah dengan produk lainnya. Hanya saja rotan belum melekat bagus di kepala konsumen sehingga dipandang produk luar lebih bergengsi.

“Nah ini yang mau diterobos pemerintah daerah bagaimana caranya supaya terbentuk pola pikir konsumen bahwa rotan lebih bergengsi dari lainnya,” katanya.

Dia mengatakan industri furnitur berbahan baku rotan khususnya di Kota Palu baru sekitar 10 industri itu pun masih dalam skala kecil.

Tentang FOSTER SULTENG

Menghimpun seluruh stakeholder terkait untuk upaya bersama dalam pengembangan dan penguatan pengusahaan rotan Sulawesi Tengah.

Baca Juga

Penanaman Rotan di Kawasan Hutan Saluki

Kelompok Usaha Tani melakukan penanaman rotan dikawasan hutan Saluki  

FOSTER-SULTENG